Thursday, October 28, 2010

Mengetuk Pintu Akhirat, Kecelakaan yang mengubah kehidupan

         15 Tahun sudah, semenjak TK sampai SMA, orangtua menyekolahkanku di sekolah islam. Sudah tak terhitung banyak aku mengantuk mendengar apa itu Dzikrul Maut (Ingat mati) dan betapa dekatnya hal itu dengan kita. Namun baru kemarin kamis saya tau betapa dekatnya apa yang kusebut Kematian...

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

       
Awalnya tidak ada yang tak normal. Saat itu kami sekeluarga berencana menuju Tasikmalaya untuk berqurban dan membawa paket donasi untuk orang-orang jompo dan yatim piatu (hal yang memang secara rutin tiap tahun ayahku lakukan). Kebetulan, tidak seperti Id sebelumnya, kani bisa ikut karena tidak ada kegiatan di kampus atau asrama seperti tahun-tahun sebelumnya.

        Kita semua berangkat setelah shalat Id (saya salatnya di Bogor) dan melewati rute biasa via tol Cipularang. Posisinya ibu, ayah dan adik paling kecil (dede) duduk di jok depan. Sedangkan di jok tengah dari kiri ke kanan berturut-turut, paman, saya, kakak dan adik (yusuf) Awalnya semuanya seperti biasa saja, mobil Isuzu Panther Touring kami yang dikendarai ayah melaju dengan kecepatan 80-90 Km di Tol Cipularang yang kebetulan agak padat saat itu. Dan seperti biasa juga ayah menyupir dengan lincah salip sana salip sini. Jangan salah walau rambut telah beruban tapi masalah menyupir jiwa ayahku bagaikan kembali ke masa muda.

        Kemudian kejadian itu pun terjadi. Di awali dari niat menyalip mobil, ayahku mengambil bahu jalan tol. Namun saat melintas di bahu jalan,tiba2 suatu suara kras,''GRAKKK'' mobil sprtinya menabrak sesuatu dan melindasnya. Entah kenapa tiba2 mobil seperti kehilangan kendali,oleng ke kiri lalu kemudian ke kanan dan masuk ke badan jalan (jalur cepat). Ketika masuk badan jalan dari arah kanan belakang tiba-tiba melesat bis dengan kecepatan tinggi, dan

..BRAKKK,
        Mobil kami menghantam bis dengan keras,saat itu aku mulai pasrah sprtinya kakiku telah melewati pintu akhirat. Mobil kmudian terguling ke kiri (kopral), entah berapa kali, namun kurasakan dari benturannya sepertinya lebih dari dua kali jungkir balik.

..BUGGHH..BUGHH..BUGHH...
Sangat nyata kurasakan mobil terguling,
ASSYHADU ALAA ILAA HA ILALLAH
ASSYHADU ALAA ILAA HA ILALLAH
Hanya kalimat itu yang terucap dari bibir ku saat itu bersamaan bumi yang seolah berputar dalam pandangan mata. Saat itu aku sangat takut dan pasrah. Demi Allah saya benar-benar takut, saya sadar ini adalah TOL!!, hanya menunggu waktu apakah mobil kami akan disambar mobil lain dengan kecepatan tinggi atau justru terguling masuk ke Jurang Tol Cipularang (bagi yang penah liat jurangnya, dijamin merinding). Satu, dua, tak kurang dari tiga kali mobil terguling, dan kemudian rasanya pandangan sesaat menjadi gelap...

Namun takdir Allah berkata lain, mataku pun terbuka, saat itu pun aku tersadar bahwa mobil telah berhenti berguling dalam posisi mobil tegak normal. Kulihat bangku depan ayah dan ibu terduduk diam tak bergerak. Kulihat ke kiri pamanku di samping terdiam kaku, TAPI KETIKA KULIHAT KE KANAN ..
AKu menyadari adikku telah tak ada di tempatnya, kumenerawang keluar pecahan jendela, ASTAGFIRULLAH, adikku Muhammad terlempar sekitar 5 meter dari mobil ke jalan Tol, terkapar dengan kepala bersimbah darah. Dalam hati aku berdoa, ya Allah aku belum sanggup bila kau mengambil nyawa adikku saat ini.


Secara spontan saya keluar dari mobil menuju Muhammad (Saat itu sepertinya tubuhku tidak terasa sakit apapun), semakin kudekati, semakin takut hati ini, Namun semuanya hilang tatkala terdengar tangisannya.. "Alhamdulillah ya Allah di masih Hidup". Langsung ku gotong dan kupeluk dia dan berusaha menenangkannya bersama darah yang mengalir di sekujur kepalanya.
Keadaan kemudian persis seperti apa yang kulihat di TV, manusia-manusia berhamburan untuk membantu mengeluarkan keluargaku dari mobil, petugas jalan menyetop laju mobil, dan beberapa orang mencoba mengamankan barang-barang kami mulai dari DOmpet, Kunci, sampai Alquran. Ibu dan Ayah  dikeluarkan dari mobil dengan darah mengalir di kepala  dan ditidurkan di aspal yang panas . Paman masih berada di Mobil karana sepertinya tulang punggungnya ada yang patah. Saya dan kakak (selaku 2 orang yang paling kecil cederanya) berusaha menenangkan Yusuf dan dede sambil memayungi ibu.

Tak berapa lama tibalah ambulan, pertama ibu dinaikkan ke Ambulan, kemudian yusuf dan terakhir paman. Saya dan kakak berbagi tugas, kakak tetap di TKP menemani ayah (yang juga hanya luka ringan) dan saya ikut Ambulan. Di ambulan, saya duduk di depan memangku si dede yang kepalanya bocor dan terus mengeluarkan darah (walaupun anehnya dia tak merasa). Dan ketegangan kemudian berpindah tempat dari TKP ke Unit Gawat Darurat RS Efarina Etaham..

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pikiranku kembali ke masa kini.. kecelakaan itu telah setahun berlalu tapi trauma tetap tersimpan, kini entah kenapa tiap kali melewati jalan tol khususnya ketika mobil di bahu jalan, rasanya jantung ini tidak tenang.

Sejak kecelakaan itu aku sudah tidak dapat kiriman dari orang tua ku karena keadaan ekonomi keluarga saat itu hancur, tapi justru kecelakaan ini adalah awal bisnis rozelt ku yang kemudian dapat menghidupiku untuk sehari-hari.

Dimarahin dekan, dimarahin wakil dekan, eh malah lolos, Weird..

"Hallo kani, saya Sam Herodian ni, saya dengar dari pak Rimbawan kamu mengundurkan diri dari seleksi Student summit ke tokyo? benar? kenapa?"

"Oh iya pak, maaf, betul pak kemaren saya memutuskan untuk tidak ikut karena dari departemen ITP merekomendasikan anak 42 untuk maju, karena mereka yang akan ikut Mapres untuk tahun depan"

"Wah kani kamu harus tahu, KAMU SEKARANG ADALAH WAKIL DARI FAKULTAS BUKAN LAGI DEPARTEMEN KAMU, SAYA AKAN SANGAT KECEWA KALO KAMU MELEWATI KESEMPATAN INI, KAMU HARUS IKUT!!"

"Eh iya pak, iya..maaf pak"

"BAGUS, SAYA TIDAK MAU HAL SEPERTI INI TERJADI LAGI, assalamualaikum"

"waalaikum salam pak"
Tiba2 saja jantungku berdegup kencang, waktu saat itu menunjukkan pukul 10.13, oh my god.. its impossible, i should make a presentation in just a half hour to compete with many outstanding students like Nur Hasanah, Galih, Dordia, Dita, Galih, Otank, Dodi dan sejenisnya!!. My brain start to calculate... hmm.. kalo bikin presentasi seminar aja aku harus semaleman ga tidur untuk latihan, dan itu pun mix language bahasa and english. Kalo ini should be presented in english, sementara aku ga ngerti tentang papernya, langsung keluar hasil kalkulasinya.. "You may succeed with 1 % probability"

Oh my god... its useless, dari berbagai sudut pandang pun aku sudah secara de facto ditetapkan bahwa aku tak akan lolos kalo harus maksain presentasi. Ancurr.. maakkk..

"Hallo umam, ada di kosan ga?"
"oh ada kak, kenapa?"
"Darurat mam, saya disuruh presentasi untuk Student Summit, dan sama sekali belum siapin presentasinya, boleh modif punya kamu ga?, nama kamu dan beqi akan tetep ada"
"oh iya boleh, ke kosan aja sekarang kak, aku lagi nyuci"
"Oke , thanks berat ya"

Singkat cerita aku datang ke kosan umam untuk memodif presentasinya, mentranslate secara radikal dan menambah aspek "apllication policy" dan "feasibility study" biar aku juga ikut berkontribusi ide. Dan yup.. ternyata perlu 45 menit untuk merubah nya, dan aku langsung ngacir, berlari kaya orang kesetanan.

When i came to ditmawa, its make me more hopeless.. the others contestant look very confidence and well prepared. In other hand, i'm try to manage my breath and swap my sweat. and i said to me "I'm Dead!!"

Ok, lets we jump to the end of this story,

Its about at 13.00, when otank, the second last contestant called my name
"Mas Kani, masuk"

Seperti biasa, strategi presentasiku dimulai,

1. "First Impression",kalo biasanya para dewan juri dibuat terdiam dengan animasi intro flash ku yang elegan (hasil editan dari internet sebenarnya), tapi kali ini aku memberi first impression yang lain. Tampilan pertama presentasiku kira2 seperti ini..

"The Development of Biodegradable Packaging Base on Cassava Plant and its Application Policy in Indonesia"

Written by :
Khairul Umam
Moch. Subkhi
M. T. Assyaukani

sejenak, i see the judges are whispering, yes i understand that this paper is made not by single person and my name lie in tho bottom amont the others. Yes its true that even i can  erase the name of Umam and SUbkhi, but my "principe" say that "it's wrong, you should write down the others"

Dan aku berusaha menjelaskannya ke dewan juri... bahwa aku ga bisa membohongi diriku sendiri, tapi ekspresi mereka tetap tak menyenangkan hiks..        Blunder ke satu...

2. Strategi kedua adalah "Flow of Emotion", sebenarnya bagiku presentasi seharusnya  aliran emosi bukan saja sekedar kata-kata yang menkuliahi. Oleh karena itu aku biasanya menyusun skenario presentasi. Dan untuk presentasi ini, nama nya sedikit berubah menjadi "FLow of embarracing", alias malu2in.. bagaimana tidak.. ternyata beberapa slideku masih berbahasa indonesia, dan bahasa inggrisku kacau abizz.. aseli keliatan wong desonya. Terus hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa, "i haven't read the paper completely", kacau bahkan diriku baru denger istilah "poly lactic acid". duuhhh.. Blunder Kedua

3. Dan strategi terakhir, "Great Finishing", kalo biasanya aku bikin apkah itu kutipan or kata-kata menyentuh or something else lah that can touch perasaan sang juri.  Tapi apa yang terjadi kemaren adalah sebaliknya, "Dead Finishing", itu kayanya lebih tepat coz ketika menuju slide terakhir tenyata slide yang muncul adalah slide Rosella, Lha?? karya tulis mapresku.. lho kok bisa?? ya bisa coz emang aku pake template rosella ku dan aku lupa menghapusnya di bgian khir slide.. memalukan... sesaat aku berpikir tuk naik ke lantai paling atas rektorat dan ...?? (Astagfirullah)... Blunder Ketiga

Yah sudahlah, its over, daripada dimarahin pak Sam lagi, mendingn presentasi biar kacau balau juga.. udah ah curhatnya.. bye (sory ga penting) .

(updated)
Eh ternyata keputusan nya dah keluar, dan aneh bin ajaib aku lolos, waks, Anehh.. ternyata katanya dewan juri terkesan dengan kemampuanku menjawab pertanyaan mereka yang walaupun simple dan tidak teoritis tapi kena ke intinya. Hmm apa iya ya.. ga tau ah, tapi ini bener2 aneh...tapi aku ke tokyo!

Apa!! Tokyo!!, Plok..Plok..Plok..ga mimpi ni,cubitin dong..!, i still not believe this..

PPSDMS, Integritas dan Peradaban yang akan dibangun

Dalam Hati tertanam cinta
Rela korbankan jiwa raga
Bagi kehormatan dan cita
Tegaknya kejayaan bangsa

Walau jiwa gugur sebagai penebus
Tak akan goyahkan hati
tlah bulat tekad untuk berbakti
Mengemban misi bersih suci

Tanpa Harap balasan jasa
Hanya Ridha Allah semata
PPSDMS berjuang
Demi Indonesia Mulia
(Hymne PPSDMS NF)

Ngeri..!! itulah kesan akhirku seiring berakhirnya Pelatihan Kepemimpinan Nasional PPSDMS 3 yang juga sekaligus acara wisuda PPSDMS angkatan 3 (termasuk diriku). Ngeri, karena takut.. takut karena betapa besar harapan para tokoh dan pendiri PPSDMS terhadap kami para alumni untuk membangun sebuah peradaban baru, "Ini adalah sebuah perjuangan membangun peradaban", ujar Ust. Musholli direktur PPSDMS...

Ngeri..!! karena juga mengingat jutaan uang zakat..ya zakat, uang umat yang telah saya gunakan dua tahun ini untuk kehidupanku maka mulai detik ini akan menjadi tanggungan yang luar biasa besar, amanah yang teramat sangat tinggi akan harapan masa depan pada pundak diriku dan rekan-rekan semua. Terbayang berarti tiap kali aku melakukan dosa, maka tanggungan dosaku 2x lipat dari orang biasa karena aku memakan uang zakat... uang yang mungkin apabila tidak diberikan padaku maka mungkin bisa membuat satu atau dua keluarga bisa terselamatkan akibat kematian karena kelaparan.

Ngeri..!! karena sampai detik ini diri ini masih terlalu takut, takut apabila idealisme ini akan luntur ketika  tanda tangan diriku  dapat membuat sebuah proyek miliaran rupiah terwujud dan kemudian ada yang mau menawarkan , "Pak, mau 10%nya untuk meluluskan proyek ini?". Takut ketika kondisi keluarga memaksa untuk berbuat tidak jujur, takut bila keserakahan mengisi tiap ligamen tubuh ini.

PPSDMS bukan beasiswa, PPSDMS adalah sebuah harapan, harapan terhadap bangsa ini. Bangsa umat muslim terbesar sedunia dengan berkah SDA yang luar biasa namun tergerogoti oleh insan yang korup, salah urus dengan birokrasi yang kolutif dan pragmatis, terbangun dengan sistem oligarki alih-alih meritokrasi. Indonesia adalah calon pemimpin dunia bila negara ini dipimpin dan dikendalikan dengan orang-orang berintegritas tinggi, mereka yang enggan menukarkan surga dengan lembaran cek miliaran rupiah, orang-orang yang enggan menggadaikan imannya demi sebuah rumah mewah.

Terlalu akut masalah bangsa ini sehingga sehebat apapun presidennya tak akan mampu mengubah wajah muram bangsa ini dengan cepat. Perlu langkah yang walau pelan tapi pasti dan terarah, salah satunya adalah menyiapkan generasi baru..generasi baru yang akan menggantikan mereka kelak, 20-30 tahun kemudian, generasi yang padanyalah kita bisa berharap mengembalikan kejayaan bangsa ini. Dan menunjukkan kepada dunia sebuah prototype negara muslim yang ideal.

Di tengah-tengah cita-cita itulah aku berdiri, seorang awam yang tidak istimewa sama sekali tergetar mendengar cita-cita itu. tergetar bukan hanya karena kagum bahwa di tengah-tengan era hedonis ini ada juga sekelompok orang yang memikirkan nasib bangsa 20-30 tahun ke depan, tapi tergetar karena di antara cita-cita itu tersemat nama seseorang yang amat saya kenal,

Muhammad Taufiqullah Assyaukani , alumni PPSDMS reg 5 Bogor..

Apakah saya sanggup?bahkan untuk masuk PNS pun saya selalu takut untuk korupsi,  bahkan dari sikap sering kekanak-kanakan, dari bicara tak tampak dewasa,mengerjakan QL dan tadarus saja saya masih belum dawam, bahkan untuk membicarakan problem umat saja saya masih jarang, ditambah  mengenai kompetensi diri yang masih pas-pasan.. apakah bisa saya menjadi bagian dari cita-cita ini..

Kami tidak mengharap apapun dari manusia, tidak juga harta benda, popularitas atau sekedar ucapan terimakasih,
Yang kami harapkan adalah
 Terbentuknya Indonesia baru yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah Pencipta Alam Semesta

Selalu ada kenangan di tanggal 17 Agustus

(17 Agustus 2000, Pesantren Persis 76 Garut)
        Ini kali pertama saya mendapat hadiah ulang tahun, biasanya paling maksimal adalah dibuatkan nasi kuning oleh ibu, itu pun kalo ibu ingat kalo 17 agustus adalah hari ulang tahunku :) (maklum ga ada tradisi mengingat ultah di keluargaku). Ulang tahun ini aku mendapat sebuah kado yang agak besar, ketika dibuka terlihatlah sebuah kaos putih bermerk H&R disertai sebuah surat ucapan ultah dari salah satu santriwati seangkatan berinisial AH dg disertai tulisan "kani koch-koch hota hai" yang sampe sekarang aku ga ngerti artinya padahal dah nonton fimnya. Entah dapat petir dari mana padahal ketemu aja sekali dua kali (maklum namanya juga pesantren) tapi dah dapet kaos mahal, ya Alhamdulillah.
       Tapi karena ada perasaan bersalah dan takut dimarahin ustadz gara2 dapet terima hadiah dari santriwati (soalnya pernah dimarahin juga), akhirnya dengan berat hati kadonya aku balikin melalui pembina asrama putri (abis malu ketemu langsung, secara dulu belum ada HP). Sehari dua hari kemudian terdengar kabar sang santriwati menangis  sampe matanya bengkak (katanya sii..) akhirnya aku dipanggil oleh si ibu pembina asrama putri dan kadonya diserahkan kembali padaku dengan pesan.."Kani ini di ambil aja kadonya, dan anggap aja ini semata hadiah tanpa maksud apa2", dengan senang hati kuambil lagi kadonya (emang lagi butuh kaos juga sih, emang kalo jodoh ga akan ke mana2 (aku sama kaosnya maksudnya)..oh iya kabar terakhir sang santriwati sudah menikah dan punya satu anak, wah..wah..

(17 Agustus 2001, SMU Insan Cendekia Serpong)
       Ini tahun pertama aku ulang tahun dengan menggunakan seragam putih abu-abu, terlihat lebih dewasa dan terpelajar he3x... Sekolah mengadakan upacara (dan seperti biasanya capek dan membosankan), tapi tak kusangka di akhir upacara sekolah mengumumkan juara2 siswa berprestasi, dan (duh punten ya kalo agak narsis) diriku pun dipanggil kedepan, .."Juara umum Kelas satu SMU diraih oleh Muhammad Taifiqullah Asisaukani" (nama saya tidak salah ketik, emang guruku suka susah nyebut namaku, ya sudahlah toh bukan beliau saja yang suka salah). Dan aku pun maju dengan masih menggunakan pakaian Paskibraka yang terlihat putih bersih dan bersahaja (maklum waktu itu aku jadi tim pengibar bendera)
       Kejutan tak hanya berhenti di situ, setelah selesai upacara entah kenapa beberapa rekan sekelas ku tiba2 memegang diriku secara bersamaan. "Woi apa-apaan ni..", sekilas teringat bahwa di dekat asrama putra, persisnya depan kantin makan terdapat sebuah aliran sungai yang melewati sekolah. Warnanya coklat dan biasa menjadi pemandian para permasiuri kebo di sekitar sekolah (maklum sekolahnya emang di kampung). Dan mengingat itu dan disandingkan dengan fakta bahwa hari ulang tahunku hari ini maka hanya satu premis mayor yang kudapat.."LARI...". Aku pun memutari sekolah padahal ga lagi dihukum, naik turun tangga hanya untuk menjauhi orang2 yang berniat buruk padaku he3x. Namun manusia juga ada batasnya, walaupun aku pernah menjadi pelari benteng terkenal di zaman SD dan sprinter kelas atas di pelajaran olahraga SMU ku tapi tetap saja kalo soal stamina aku  ga kuat. Singkat cerita tertangkaplah aku, kaki dan tanganku dipegang 2 orang dan aku di angkut seperti Kambing guling yang di ikat di kayu dan siap untuk dipanggang. Setelah sampai di tepi kali dengan semena-mena mereka mengayun-ayunkan tubuhku sembari bilang.."Satu..Dua...TIGAAA...", dan... "BYUUURRRR..."

(17 Agustus 2003, Lapangan Upacara SMU Insan Cendekia Serpong)
      
Ini adalah ulang tahun spesial bagiku karena ultah yang ke-17 (lho so what gitu lho..!), ini juga terakhir aku merayakan ulang tahun di SMU ku tercinta. Dan rutinitasnya selalu sama, mereka mengejar diriku, aku lari, tapi aku tetap tertangkap, dan aku dengan semena-mena diayun dan dilemparkan oleh mereka ke kali. Andaipun ada perbedaan maka hanyalah keadaan air kalinya yang sudah mulai menipis, mungkin hanya tinggal 5 cm dari dasar, sehingga lebih mirip genangan lumpur daripada kali. Cukup untuk membuatku menjadi "Swamp Things" dengan penderitaan yang berlipat ganda.
       Selain itu juga di tahun terakhir ini aku memenuhi obsesiku untuk bisa mentraktir teman-teman seangkatan dengan sebotol teh sosro tiap orang DAN mengumumkan di speaker masjid , "ASSALAMUALAIKUM WR WB, PENGUMUMAN BAGI ANGKATAN MALTAVISTA SILAKAN MENGAMBIL SEBOTOL TEH BOTOL GRATIS DI KOPINMA KARENA ADA SALAH SATU TEMAN KITA YANG HARI INI BERULANG TAHUN", (sebuah tradisi di SMU). Padahal duitnya aku dapet dari susah payah upah ngecat kursi dan meja TK/TPA ibuku (yah namanya juga obsesi).
       Yang tidak kalah terkenang juga pada tahun ini aku senang dan sedih, senang karena leas tanggung jawab sebagai ketua asrama putra dan yang lebih spesial karena dapet baju bagus dari salah satu teman putri SMU yang ehm.. cantik (duh malu) tapi sedih karena menyakiti seorang wanita dan disakiti seorang wanita... (lho kok bisa!!?), begini ceritanya... (ga ah malu, masih rahasia kapan kapan aja diceritain).

(17 Agustus 2008, Lapangan Rektorat Institut Pertanian Bogor)
       
Sebenarnya belum terjadi sih, baru besok, ga pa2 lah toh bisa diedit..he3x
        Empat tahun sudah aku ulang tahun tanpa mencicipi "kehangatan" air dan lumpur kali cukup membuatku kangen dengannya (jangan-jangan aku kena sindrom "Cinta dilempar ke kali").  Dan sudah tiga tahun aku tidak menghadiri upacara 17 agustusan, dan rencana emang ga mau ikut lagi, tapi karena di telpon Rektorat untuk ikut ya aku ikutlah.
        Jam setengah tujuh pagi aku sudah berdiri rapih di lapangan mengenakan almamater biru tua dengan logo gebukan kasur di sebelah kirinya sembari membayangkan di mana ya kali terdekat (bener ni kayanya "river addicted" toloong..). Dan upacara pun berjalan lambat dan membosankan (seperti biasanya), sampai akhirnya waktu pengemuman prestasi-prestasi mahasiswa. "Muhammad Taufiqullah Assyaukani, Juara 1 Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas Teknologi Pertanian".... "Muhammad Taufiqullah Assyaukani, Juara 1 setara emas penyaji poster terbaik Pimnas XXI Semarang"..., akhirnya setelah 4 tahun diriku dipanggil juga ketika upacara he3x (punten lagi kalo narsis). Senangnya, bukan sekedar senang karena maju ke depan, tapi senang karena hadiahnya pas Rp. 750.000, sangat pas untuk bayar SPP yang deadline autodebetnya pas esok hari (maklum dah ga dapet dari orang tua). Bener2 berkah luar biasa padahal seminggu terakhir ini yang ada di kepalaku hanya satu, gimana caranya bayar SPP, karena boro2 tuk SPP tuk bulanan aja harus banting tulang dan nyalain kompor (masak rosela maksudnya :)...
       
(17 Agustus 20xx, Di suatu tempat)
      
Seorang assyaukani telah berada di suatu kondisi ketika tanda tangannya mampu meloloskan proyek senilai triliyunan rupiah, kemudian ada seorang pengusaha yang datang dan menyodorkan uang 1 miliar di hadapan, "Pak terimakasih ya kalau mau membantu perusahaan kami memenangkan tender ini, ini sekedarnya saja", kemudian dengan keras saya mengembalikan dan menjawabnya, "Pak, ambil kembali uang ini, taka kan  kubiarkan dalam tubuh istri dan anak-anakku mengalir darah haram korupsi hina yang menghancurkan bangsa", dan dihadapannya pun langsung kucoret nama perusahaan nya dari peserta tender proyek. dan kutandai, perusahaan tercela..  (semoga Allah tetap menjaga integritasku sampai kapanpun jua..amiin).

Antara Batik dan Jas berdasi (Tokyo Love story 3)

Orang Malaysia aja ga pake batik

Detak jantungku terus bernyanyi, di tengah suasana yang amat menakutkan ini. Ya Allah, saya sedang menuju detik-detik presentasiku yang amat menegangkan. Bayangkan..saya harus berdiri di depan 900an manusia yang berasal dari berbagai belahan dunia, dari Amerika serikat hingga Monggolia. Ini kali pertama aku berbicara di depan forum internasional, dan parahnya lagi menggunakan bahasa inggris.

Ketegangan ini bukan sekedar masalah harga diri pribadi, tapi harga diri bangsa. Indonesia, aku ga mau orang berpikir orang Indonesia payah hanya karena mereka melihat presentasiku yang tak terarah.

"And the next presenter will be Mr. Muhammad T. Assyaukani from Bogor Agricultural University Indonesia, please welcome Mr. Muhammad on the stage"

Deg... ya Allah.. ini lah waktunya, tak terhitung berapa kali aku berdoa Robbi Shrohli Sodri, dan berapa kali aku latihan tapi tetap saja jantung ini tak mau di ajak kompromi.

"Good morning ladies and gentlement, it a great honor for me to stand in fron of you all the participant of the 8th International Student Forum...."

Akhirnya lepas juga suara ku, entah kenapa aku merasa sangat bangga dengan negaraku saat itu... dan aku merasa i have to fight, lalu aku berpindah dari belakang podium menuju bagian depan panggung dan sedikit berjalan sambil menggerakkan tangan, serasa aku terinspirasi barrack obama dan ingin menyihir semua orang yg mendengarkan pidatonya...

"Oke the purpose of my presentation is to describe to you about current condition of food security in Indonesia and..."

Presentasiku pun mulai mengalir, sengaja sedikit aku sematkan beberapa foto panorama Indonesia seperti Sawah bali, gunung Agung, Hutan tropis, Batik Yogya sampe Kue Brownies (lho kok jauh banget:).. dan tak lupa di slide terakhir aku sematkan gambar sekawanan burung terbang dari slide mr. Dahrul dan logo visit Indonesia 2008 sekaligus menutup presentasi

" Ladies and Gentlement, i belief, like this birds, flying in groups and help each other...together we can make a better future for You for me and for our children, Arigatou gozamaisuta.."

Dan tepuk tangan pun bergemuruh, aku merasa puas bisa membawakan presentasi ini, dan aku lebih puas lagi karena aku memawakannya dengan menggunakan baju batik. Padahal sejam sebelum aku pergi aku masih bingung antara memilih jas berdasi ataupun batik, namun rasa cinta ku pada tanah air membuatku memilih batik hijau ini, its awesome..

Kebanggaan ini ditambah dengan rasa puas karena seorang dosen jepang, Mr. Inaizumi memujiku dan menyatakan tertarik dengan presentasiku. Begitu juga Alex dari meksiko, orang yg belum kenal sama sekali tapi dia bilang "Great presentation, i like your style..", dan juga Felipe dari brazil "Good presentation its look like you have lot of preparation for it..". hah leganya...

Oke..but that's not the point that i want to say to you guys, you know kadang kita merasa under estimate pada bangsa kita sendiri, padahal ketika berkumpul dengan rekan2 dari 19 negara aku sangat percaya bahwa suatu saat kita dapat memimpin mereka. Presentasi mereka tidak jauh kualitasnya dengan kita, kemampuan bicara mereka pun sama rata dengan kita, kecerdasan mereka.. ahh.. sama saja. Aku yakin kita bisa...

Melihat kehebatan Akihabara seolah aku melihat Bandung atau surabaya 4 tahun lagi, berjalan di Akasuka seolah aku yakin Jogjakarta hanya butuh 3 tahun lagi agar menjadi seperti ini Berdiri di Subway level 3, seolah aku yakin, hanya tinggal kemuan Indonesia dapat mewujudkannya.

Percayalah, kita belum terlalu tertinggal, ada sebuah optimisme pada hati ini bahwa kita punya sumber daya manusia dan alam yang luar biasa, aku yakin selama hati kita punya kemauan dan cinta kita pada bangsa ini selalu terjaga.. yakinlah harapan itu selalu ada. Kita pasti bisa,  Indonesia pasti bergerak, berdiri tegak di hadapan bangsa-bangsa yang lain. Bersama-sama kita yakin karena keyakinan adalah modal pertama bagi kita tuk berubah, jaya terus bangsa ku, aku cinta Indonesia...

Great Imperial Palace, Asakusa.. Ueno.. Shinjuku..Sughooiii, awesome (Tokyo Love Story 2)



Huff..dear Blog, today is the last day for ISS program, so we have a free time to visiting many of great place in Tokyo.

The first place that we visit is The Imperial Palace of Japan Emperor in Tokyo. Do you know that Tokyo mean (To : east Kyo: Capital), so that from the beginning of Edo era in Japan, Tokyo already role as Capital city. There is also second capital in Kyoto (Kyo : capital). So that Japan have two capital city for their government in the past. The Palace is very awesome..beautiful and well managed.

Its free to enter the palace, there is many traditional stuff like painting, katana, samuran clothes, Traditional house, Dojo, stone celler and many more. The palace is surrounding with three layers great wall that reconstituted since the original one was burnt during the war. Outside of the Palace there is a very clear and beutiful river which have a bridge that connecting the palace with the outsider. Eventough we cannot see the main palace where emperor lies (since emperor for japanese its like their god) but the scenery its unforgetable, its awesome...

From Great Imperial Palace we move to Asakusa.. Aaaa its great, its time for shopping.. eventough I there only 10.000 yen remaining in my wallet but i have to buy many souvenirs for my family and my friends in Indonesia. I bought some beautiful chopsticks, traditional postcards, katana, toys and many other "Sughoi" (great) stuffs. Its very full and crowd since today is saturday. We take a lunch in traditional japanese restaurant. I'm ordered souba, of course without meat, pork and chicken, shouba is kind of noodle but it made not from wheat but shouba (honestly i dont know what is shouba maybe its some name of vegetable in japan, someone said it was buckwheat) and its very "Oushi" (delicious).

Beside it's special foods, There is also traditional japanese temple and everybody praying including me (of course just pretending). But yes i'm praying in asakusa but not in temple but in the public chair to do "Shalat Ashar dan Dzuhur" with my friend from Malaysia.

From Akasuka we move to Ueno.. Ueno is big, crowd and lightfull. We go to some market and looking for souvenirs and also to the Cofee shop to take some rest after long journey, we took more than an hour there just speaking each other... but i very enjoy it.

And Finally, we go SHINJUUUKUUU SHUGOOOIII...it so cooollllll.... hmm but since its already 2.30 here so i too tired to continue this story.. Oyasuminasai... Sughoooiiii....

Mr. Dugo dan Harapan akan sebuah tatanan dunia yang lebih baik (Tokyo Love Story 1)

Dear Frieds, from today i will start to write my experience visiting Tokyo , there's lot of great things to share, not about the greatness and moderness of Tokyo but the soul of Tokyo..
(i will write in Indonesia first then i will try to write the english version)
First Day, 4 Oct..
Ini penerbangan pertamaku ke luar negeri, dan aku harus pergi sendiri ke Tokyo tanpa dosen atau teman.. aku sangat gugup ketika sampai di Bandara narita..aku sempet nyasar pula but its ok..
Aku naik bis airport ke TCAT di mana mahasiswa Nodai menungguku, dan perjalanan satu jam itu menjadi hal yang begitu berkesan dan memberiku arti untuk apa aku harus ke Tokyo kali ini..
Bis terlihat kosong jadi aku duduk di barisan paling depan dari Bis agar bisa melihat Tokyo lebih jelas. Tidak beberapa lama bis berhenti di salah satu terminal dan kulihat banyak orang naik. Bis mulai penuh dan kemudian satu orang bule menoleh2 mencari tempat kosong, dan that it is, right beside me..
awalnya ku nervous, tapi ya daripada diam dan melewatkan kesempatan ini maka aku coba sapa dia.. "hmmm.. Good Morning sir...". Awalnya aku ga expect dia akan merespon, tapi ternyata dia bukan sekedar merespon, di awali dengan berkenalan singkat, dia dari belanda dan kerja di tokyo, kemudian dia memberikanku sesuatu yang tak akan pernah kulupakan...
Rekan-rekan semua, sadarkah kita bahwa saat ini dunia berada dalam jalan yang tidak benar? atas nama perkembangan ekonomi kita merusak bumi, demi alasan bisnis kita merusak lingkungan tempat kita tinggal. Semuanya bergerak atas nama globalisasi sehingga semua orang harus menjadi sama, seluruh dunia dipaksakan menerapkan sistem ekonomi kapitalis yang menggunakan GNP untuk mengukur pertumbuhan, merayu2 investor asing dengan berbagai cara dan membiarkan sektor riill terus menderita. GNP indonesia naik, tapi kemiskinan bertambah.. do you realize there is something wrong with this economic system? He said that in Bhutan there is no GNP but there is HDP (Happiness national Product)  , yang mengukur seberapa baagia mereka hidup dan bukan sekedar seberapa kaya.
Rekan-rekan semua, do you ever realize that our world moving too fast? imagine if you are driving a car in a highway and you drive with maximum speed, is it danger? yes it is because maybe you dont have enough time to see many sign and warning in the road so you maybe not now if there is a danger in front of you. It is like what happen with today economic crisis in America, there is many sign that already warn them that this economic system have a weak fondation, bukan orang sembarang yang bilang, orang terkaya kedua dan investor amerika sendiri yang menyatakannya. Tapi mereka tak menggubrisnya sehingga runtuhlah ekonomi meeka saat ini dan mereka menyesalinya. Pertanyaannya adalah, hal yang sama terjadi pula pada kasus global warming saat ini, apakah kita akan terlambat menyadari pertanda ini? atau perlu sampai kita tenggelam hingga kita mempercayainya..
Sistem ini harus digantikan, jika terus dibiarkan uang akan menhancurkan dunia tempat kita hidup. Harus ada yang mengganti, tapi bukan menawarkan "kembali ke masa lalu", harus ada sebuah system alternatif, sistem seperti yang diperkenalkan oleh Muhammad Yunus dengan Gramen banknya, Social Entrepreneur, sistem yang dengannya manusia bisa hidup berdampingan mesra dengan alam.
Rekan-rekan, berhentilah berpikir bahwa kita hidup diatas bumi yang di warisi dari orang tua kita. Mulailah berpikir bahwa ini adalah titipan anak2 kita kelak..mereka yang juga membutuhkan bumi untuk tempat mereka tinggal... jika bukan kita..lalu siapa lagi yang akan mencintai bumi ini...
(aku juga dapet kuliah singkat dari Mr. Dugo tentang 7 habitsnya stephen coveys, filosofi hidupnya, tentang sosok barack obama.. its also great and i will write it separately..becaouse its already 00.00 see you)

Yang Instan yang Mematikan (become STp part 1)

Dear dy, rangkaian artikel "Become STp" aku dedikasikan karena tragedi sidang kompre ku, dibantai sama 3 dosen dan diakhiri dengan kata "Kamu ini mau jadi sarjana teknologi pangan bukan sarjana ilmu komputer" hiks3x. Iya sih aku mau share tentang pangan ahh..
Rekan-rekan pernahkah Anda mengkonsumsi makanan dalam kaleng?kalo belum maka Anda patut dikasihani, kalo udah dan Anda masih idup.. mendingan baca artikel ini sebelum konsumsi makanan kaleng Anda berikutnya...
Alkisah sebutlah si Otong (bukan nama sebenarnya, dan emang sedikit org yg mau dinamain otong) pergi ke sebuah supermarket di bilangan Babakan Raya Bogor. Dia kelaperan dan mulai memilih2 makanan. Karena dia adalah anak teknologi pangan dan punya idealisme untuk hanya mengkonsumsi makanan yang sehat maka ia enggan membeli Mie instant dan lebih memilih momogi.. (nah lho) ga deng dia mau membeli ikan, karena katanya ikan membuat otak pintar. Dan ia pun membeli sarden kaleng dengan merk yang sangat terkenal... tepatnya terkenal dengan harga murahnya.

Sesampainya di kosan ia langsung menkonsumsi makanan kaleng itu biar kaya orang2 barat yang lagi piknik. Selain itu ia teringat ucapan Pak Feri (dosen pengalengan pangannya) yang bilang kalo produk kaleng pasti telah disterilisasi jadi dia simpulin pasti aman tuk langsung di konsumsi.Suapan pertama begitu menggoda (maksudnya menggoda temen kosan tuk nyerbu) dan suapan berikutnya pun dinikmati hingga tulang ikannya pun dimakan (secara emang sarden tulangnya dimakan).

Keesokan harinya si Otong menjalankan aktivitas joggingnya di pagi hari seperti biasa. Namun entah kenapa pagi ini dia merasa agak lemas.. putaran pertama gww dia masih sanggup, kedua mulai loyo, hingga puncaknya di putaran ketiga dia terjatuh lemas, terkulai tak berdaya... teman2nya pun mulai panik dan langsung membawa otong ke rumah sakit. Selama perjalanan otong tak dapat bergerak sama sekali kecuali untuk menjentikkan matanya.



Sesampainya di RS orang2pun panik menanti di luar kamar pasien, ada yang panik akan kondisi otong, namun tak sedikit pula yang panik tentang biaya perawatan si Otong nanti, karena mereka udah ga punya duit seentara orang tua otong nun jauh di sana. Di tengah kepanikan itu sang dokter pun keluar dan berkata...
"Hmm saudara Otong terkena racun Botulin, sejenis neurotoxin dari bakteri Clostridium botulinum", nah semua orang pun kaget (walaupun tidak ada satupun dari mereka yang mengerti), duh gimana nasib si otong ya???

Akhirnya temen2 otong pun, si Acuy dan Babah pergi ke perpustakaan kampus, dan membuka Buku Food Microbiology karangan Ray dengan nomor buku 577.1. Ais baca buku itu i Acuy pun dengan pede membuat analisis masalah sbb :

"Keracunan Otong adalah akibat makanan kalengnya yang dikonsumsi kemarin bah, soalnya yang namanya Clostridium botulinum (seperti dibilang pak Dokter) itu adalah tipe bakteri anaerobik yang artinya jarang olahraga aerobik..eh salah maksudnya dia hidup dalam kondisi yang kedap oksigen, dan kaleng tertutup adalah kondisi ideal bagi pertumbuhannya. Apalagi produk ikan punya pH yang tinggi, di atas 4,6 dimana kondisi seperti itulah yang sangat mendukung pertumbuhan bakteri pathogen ini.

"Lho tapi kan kalengnya sudah disterilisasi, kok masih idup tu bakteri", si babah bales tanya..

"Justru itu bah, ternyata ni bakteri jenis termofil, alias kuat panas...terlebih dalam bentuk sporanya, jadi kalo dikit aja tu proses sterilisasi salah atau kurang suhu atau waktunya ..sangat mungkin tu spora bakteri masih idup, dan pada kondisi ideal kemudian bisa germinasi kembali menghasilkan sel vegetatif nya bah", Acuy menjelaskan

"Wuihh kejam amet tu bakteri mentang2 kuat bikin org menderita kaya Israel ajah..."

"Bukan cuy, bukan bakterinya yang bikin si Acuy sakit ampe ga bisa gerak gitu, sebenarnya biar tu bakteri masuk ke badan dia, dia ga bakal sakit, penyebab sebenarnya adalah metabolit sekunder atawa racun yang dikeluarin tu bakteri, namanya Racun Botulin"

"Jangan2 tu racun yang bikin si Otong kakuga bisa gerak?"

"Iya bah, kali ini kamu pinter.. ni racun botulin masuk jenis racun yang namanya neurotoxin alias racun syaraf, cara kerjanya cukup rumit ampe bisa bikin otong kaku gitu"

"Rumit gimana Cuy?jelasin dong.."

"Begini bah, jadi secara struktur, toxin botulin itu tadalah protein tepatnya adalah 2 rantai besar polipeptida yang terhubung melalui ikatan sulfida dengan satu rantai molekul berbobot ringan. Nah molekul berbobot ringan ini adalah sebuah enzim tepatnya protease yang mampu menyerang protein "SNAP-25" pada persimpangan jaringan syaraf dendrit dan akson..inget pelajaran SMA ga lo? nah dengan rusaknya protein "SNAP-25" akhirnya mencegah vesikel tuk mencapai membran akson dan melepaskan asetilkolin ke dendrit. kondisi inilah yang menyebabkan efek flaccid paralisis alias kaku lemas"

"Ohh gitu kenapa si otong jadi kaya patung gitu.."

"Emang lo ngerti apa yang gw bilang tadi bah?", tanya si Acuy

"Kagak sih he3x.. trus gimana dong, masa kita ga boleh makan makanan kaleng lagi?"

"Bukannya ga boleh bah, tapi kita harus cermat.. pertama pilih produk dari produsen yang udah jelas komitmen keamanan pangannya lebih disarankan lagi yang sudah menerapkan HACCP, mahal dikit ga pa2 kan dari pada lo sakit.."

"Apaan tuh HACCP?"

"Udah ntar gw jelasin, yang penting ni jurus kedua yang paling mantab, pastikan makanan kaleng yang kita beli itu trus dipanaskan dulu alias dimasak, soalnya ternyata racun otulin itu termasuk yang kelas termo labile alias kagak kuat panas, jadi ga usah sok niru2 orang barat..kita cari amannya ada bah..."

"Oh igitu ya, lagian kalo angetkan lebih enak ya cuy"

"Iya...makanya.. masak dulu aja ya...

BREBET..BREBETT..Duh Mencret, berdarah lagi (Become STP part 2)

Hayooo.. siapa yang pernah, mengalami menakutkan (dan menjijikan) hal kaya di atas?? NGAKU!! (Ih maksa deh)...
Ya udah kalo ga mau ngaku..pokok'e kalo yang pernah mengalami hal kaya gitu,entah abis makan hamburger; daging; buah atau sayuran,  lu olang halus ati-ati, soalnya ada indikasi lu  mengalami salah satu penyakit KERACUNAN PANGAN yang disebut Diarhea Haemorrhagic (alias mencret bedarah) yang disebabkan oleh Eschericia coli O157:H7.
Apaan tu Eschericia coli O157:H7? kalo E.coli doang si pernah denger waktu SMA
Iya emang, E.coli sejatinya adalah microflora normal dalam saluran pencernaan kita, tapi O157:H7 sodara deketnya dari pihak bapak (nah lho).. E.coli tipe ini adalah termasuk mikroba yang patogen (merugikan) bagi tubuh karena dapat memproduksi  racun djang namanya Verotoxin (shiga-like toxin).
Verotoxin? kaya nama temen gw tuh
Kalo emang kaya nama temen lo berarti kasian ya temen lo soalnya nama Vero itu di ambil dari nama salah satu sel pada hewan monyet di Afrika yang pertama ditemukan terserang penyakit ini.
hi3x, kasian si vero.. trus emangnya ni racun ngapain tubuh kita?
Nah ini dia bagian paling seru bro, biokimianya.. begini. racun verotoxin tu termasuk kelompok protein, ni racun punya dua sisi aktif yang dapat berikatan dengan molekul lain. Nah ketika masuk kedalam tubuh kita dan mengalir dalam pembuluh darah, racun ini akan menempel pada beberapa bagian endothelium (permukaan dalam pembuluh darah) dan merusaknya. Nah keadaan ini terbaca oleh trombosit (platelet) yang langsung menempel pada endotelium yang dirusak itu untuk menyembuhkan. Nah karena serangannya terjadi serentak di banyak bagian maka terjadi penurunan jumlah platelet yang cukup signifikan. Nah hal ini lah yang menyebabkan terganggunya sistem pembekuan darah sehingga terjadi pendarahan dalam yang akhirnya keluar bersamaan dengan "mencret" kita. Kalo dibiarin aja malah bisa menyebabkan kematian lho..!!
Anjrit.. mati gara2 mencret.. kagak gengsi amet..!!
Iya soalnya penempelan trombosit pada endhotelium yang rusak dapat menyebabkan gumpalan darah. Nah gumpalan ini akan mengeras dan menyempitkan aliran darah. Hal ini diperparah dengan banyaknya eritrosit (sel darah merah) yang "menabrak" gumpalan ini dan ecah. Kondisi ini bikin aliran darah melambat secara drastis dan berpotensi anemia. Alran darah yang lambat ini akan berefek signifikan pada organ-organ yang secara kritis tergantung pada aliran nutrisi dalam darah seperti ginjal. Nah emang yang jadi korban terbesar adalah ginjal kita, kondisi ini disebut Hemolisis Urinary Sindrome yang biasanya menyebabkan kematian khususnya pada anak2...
Terus gw harus gimana dong??
Paling aman ya lo harus pilih2 makanan yang sehat dan aman dong. Biasanya ni mikroba ada di makanan olahan kaya daging hamburger, sosis tapi ada juga di beberapa sayuran. Kalo mau lebh yakin pastiin makanan yang lo makan tuh udah dipanasin soalnya secara ni verotoxin merupakan protein maka pasti akan terdenaturasi (rusak) dengan suhu tinggi. Yang jelas sih masakan mama pasti yang paling aman kan?...

Nikmati Rozzelt... Sehat Menyegarkan

Rosella, Hibiscus sabdarifa merupakan herba tahunan yang memiliki batang, kelopak dan mahkota dengan warna merah. Tanaman ini salah satu anggota famili Malvaceae. Habitat asinya terbentang dari daerah India sampai Malaysia. Namun tanaman itu sekarang telah tesebar di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Secara tradisional masyarakat dunia telah memanfaatkannya baik sebagai makanan maupun minuman. Di India Barat dan Amerika tropis, kelopak rosela diolah menjadi minuman dengan sebutan summer drinks of Mexico. Di Mesir Rosella dikonsumsi sebagai minuman dingin di musim panas dan minuman hangat di musim dingin. Karena tingginya kandungan protein yang terkandung, rosella di beberapa negara pula kerap menjadi salad ataupun sayuran yang dimakan langsung dalam keadaan segar.

Rosella sebagai panganan, secara ilmiah telah terbukti mengandung beberapa manfaat yang baik bagi kesehatan. Kandungan pigmen Antocyanin (pemberi warna merah) yang dimilikinya mencapai 2% (Maryani, 2005). Tingginya kandungan ini menyebabkan rosella menjadi sumber antioksidan bagi tubuh untuk melawan radikal-radikal bebas yang berada disekitar kita baik dari polusi, BTP non food grade sampai minyak jelantah. Kemampuan ini sangat penting mengingat radikal bebas yang memasuki tubuh kita dapat menyerang ikatan hidrogen dari struktur DNA yang lebih lanjutnya dapat berpotensi menyebabkan berbagai masalah mulai dari keriput kulit akibat sel yang rusak sampai kanker karena sel yang termodifikasi.

Kelopak Rosella, bagian yang digunakan untuk minuman, mengandung sejumlah asam amino yang penting bagi tubuh. Asam amino tersebut antara lain arginin, cystein, histidine, iso leucine, leucine dsb. Kandungan protein yang dikandung mencapai 7,9% berat kering pada tiap kelopak bunganya (Maryani, 2005).

Selain sebagai sumber antioksidan dan protein, rosella juga berperan untuk terapi hipertensi. Hasil uji klinis pada manusia menunjukkan bahwa kelopak rosella yang mengandung 9.6mg Antosianin mampu menurunkan tekanan darah yang tak berbeda nyata dengan pemberian captopril (obat penurun hipertensi) 50 mg/hari (Herrera-Arellano, 2004). Haji Faraji (1999) menemukan bahwa terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebesar 11,2% dan diastolik sebesar 10,7% setelah diberi rosela selama 12 hari pada 31 penderita hipertensi sedang daibanding kelompok kontrol. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan khasiat rosella dalam memperbaiki kerusakan hati(Ali, 2003), mencegah terjadinya atherosklerosis dengan menurunkan kadar LDL (kolestrol jahat (Chen, 2003), dan menurunkan waktu transit intestinal hingga 13-35% (Salah, 2002).

Ternyata alam memberikan kita bukan sekedar manfaat kesehatan dari tanaman ajaib ini namun juga rasa yang begitu enak dan menyegarkan. Rasa asamnya sangat lembut karena didominasi oleh asam malat (yang jug abanyak dijumpai pada anggur). Selain itu warna merahnya sangat eye cathing sehingga tidak perlu lagi pewarna buatan untuk membuatnya menarik. Maka tidak heran bila kita menyebutnya sebagai minuman sehat menyegarkan.

Untuk menghadirkan semua kebaikan dan kesegaran rosella itu maka kami menawarkan kepada Anda produk Rozelt. Nama ini merupakan akronim dari Rozzel (rosella dalam bahasa latin) dan Tea karena minuman ini merupakan ekstrak alami kelopak rosella. Kami berkomitmen hanya memberi yang baik untuk Anda sehingga kami menyuguhkan produk ini tanpa pewarna sintetik, pemanis buatan maupun pengawet yang berpotensi merugikan kesehatan Anda dalam jangka panjang. Formulasi yang kami temukan telah memberikan citarasa unik dan lebih nikmat daripada sekedar ekstrak rosella. Dengan harga terjangkau kami yakin Anda akan mendapat manfaat yang optimal dengan mengkonsumsi minuman ini tiap harinya. Silakan rasakan, dan temukan sensasi baru dari Rozelt minuman segar menyehatkan.

The Sequences of Brand Management

Perhaps the most distinguished between good brand practices and the bad one is whether it decide at the proper time, in the context of previous learning, and with clear understanding how it shape or affect future decision for brand performance. lets take an example for advertising, first, in term of previous learning we have have enough information about what consumer already perceive for our brand. Second, in term of the future, we have to understand and decide which consumers will be targeted. Both consideration will affect our advertising strategy and its execution.

1. Market Analysis

No army will conquer the battle without precised reconnaissance of their terrain battle. Knowing our brand strengths and weakness is not enough to win the battle therefore market analysis is the first giant step for brand management. Marketing meeting room should be like a military strategy room which contains huge map explaining their current situation and help them to proceed their next strategy. A Map of Market is a non negotiable tool for marketer to make a good decision otherwise they will only spending budget for nothing.

In case of challenger brand, understanding current market situation will give comprehensive idea how, where and when we start our first shoot to market leader. It's not about finding any corner of the war field (niche) which ignored by market leader, but this is the matter of where we build our first base attack outside of their territory and gradually continue to occupy their market share in the future.

to be continued...

Nama Malaikat itu adalah Mrs dan Mr Hara


Pagi itu, tepatnya jumat (18/06/10) untuk kali pertama aku menangis di kantor. Baru duduk di kursi kantor untuk melepas lelah setelah satu jam lebih mengendarai motor dari rumah tiba2 aku dikejutkan dengan berita di Milis Goodwill. Dalam milis  Ucapan belasungkawa bertebaran, kukira ini karena ada salah saru orang tua peserta goodwill yang wafat seperti lazimnya terjadi. Akan tetapi setelah melihat lebih dalam ternyata... nama Mr dan Mrs Hara lah yang tercantum di sana. Bergemuruh perasaan ini dan berharap itu adalah salah ketik atau saya yang salah memahami... namun berita di Antara mengenai kasus pembunuhan sepasang suami istri yang memuat nama mereka membuatku terpaksa meyakini kebenarannya.

Tetesan air mata itu membawaku kembali di satu rentang waktu kebersamaan terakhirku bersama mereka yang takkan pernah dapat kulupakan seumur hidupku, wisuda S1. Saat itu kali pertama aku melihat ayahku menangis, bukan karena wisudaku, bukan karena prestasiku dan bukan karena keharuan yang terjadi pada orangtua umumnya ketika mereka mendatangi wisuda anaknya. Ia menangis karena bertemu Mrs dan Mr Hara.

Ya Mrs dan Mr Hara hari itu menyempatkan diri menembus kemacetan darmaga yang luar biasa kala wisuda demi menyampaikan senyumannya pada anak2 mereka yang wisuda hari itu. Beliau meng SMS kami dan menyampaikan bahwa mereka sudah duduk bangga di tribune kiri atas GWW dan ingin bertemu dengan anak-anaknya. Saat itu saya sangat ingin mempertemukan "keempat" orangtua saya sehingga ketika prosesi wisuda selesai, alih2 menggunakan pintu keluar yang telah disediakan saya memilih langsung ke tribun atas dan menggandeng mereka bertemu orangtua kandungku.

Awalnya pembicaraan ayah dan Mrs Hara mengalir seperti biasa, karena kebetulan ayah cukup mahir berbahasa inggris, namun tiba2 kedua matanya memerah dan akhirnya mengalirkan air mata yang kemudian diikuti dengan pelukan tulus dari Mr. Hara. Jujur, saat itu saya dan ibu kaget karena itu kali pertama melihat beliau menangis. Karena ketika di rumah beliau adalah sosok yang keras dan dingin kepada anak-anaknya sehingga bagi kami kejadian itu adalah kejadian yang amat sangat langka.

Entah apa alasan sebenarnya ia menangis di hadapan mereka, namun andaikan saya boleh menduga adalah karena perasaan bersalahnya (padahal bagiku dia ayah yang luar biasa). Pensiun dininya sekitar 10 tahun yang lalu memang menempatkan ekonomi keluarga kami labil. Lepas tingkat dua di IPB, praktis aliran uang bulanan dan spp semesteran berhenti dari orangtua. Saya masih ingat masa-masa itu ketika saya kemudian mengurangi waktu makan dari 3x menjadi 2x sehari serta memangkas berbagai pengeluaran demi mengirit uang saku dan menabung untuk SPP. Saya bisa membayangkan perasaan sedih seorang ayah yang merasa tidak bisa membantu pendidikan anaknya walaupun saya sama sekali tidak menyalahkannya karena sebenarnya apa yang telah ia lakukan selama ini adalah lebih dari cukup untuk masa depan saya. Namun saya tak menyangka perasaan bersalah itu sangat besar sehingga mampu menjadi tetesan air mata kepada orang yang dianggap telah membantu masa depan anaknya.

Saya sempat mengabadikan momen indah kebersamaan itu dalam sebuah foto yang akan selalu saya simpan untuk mengenangnya.

==============================================================

Kini, sabtu 19/06/10 pukul 13:42,  saya berdiri bersama teman-teman menatap nanar ke arah mobil ambulan itu. Di ambulan itulah bersemayam salah satu manusia termulia yang namanya akan terus ada di hatiku. Mereka yang dengan senyumannya terus peduli terhadap nasib pendidikan para remaja Indonesia, yang bahkan mungkin melebihi bangsa kita sendiri. Mereka yang bahkan dalam usia mereka yang sudah renta masih sanggup mencurahkan perhatian yang sangat personal kepada kami tak ubahnya seperti kepada anak kandung sendiri. Mereka adalah malaikat kami.

Selamat Jalan Mrs. dan Mr Hara
Kami selalu mencintai kalian.

Mimpi saya bukan menjadi istri saudagar kaya, tapi menjadi guru

Yang pernah nonton film Laskar pelangi mungkin ingat potongan kata itu.. yup..Itulah jawaban Bu Mus pada pak Harfan ketika ditanya mengapa ia menolak lamaran seorang saudagar kaya dari jawa dan memilih tetap mengajar di SD Muhammadiyah Belitung.

Jawaban yang menggugah hati tentang perjuangan mengejar impian, seperti halnya ucapan pemandu gunung yang menemani Sir George Everest (Pendaki gunung Everest pertama yang kemudian namanya diabadikan menjadi nama gunung itu), tatkala sang pemandu sudah hampir selangkah lagi mencapai puncak ia, yang tentu saat itu berada lebih depan dari Sir George, mempersilahkan Sir George untuk melangkah duluan mendahuluinya sekaligus menjadi orang pertama yang menjejakan kaki di puncak gunung tertinggi itu. Sir George pun terheran dan bertanya padanya, "Mengapa Anda membiarkan saya melakukannya, padahal Anda dapat dan lebih layak meraih gelar yang membanggakan itu?". Dengan tenang sang pemandu itupun menjawab, "Itu mimpi Anda tuan, bukan saya..".

Dan inilah kisah di mana mimpi saya dipertaruhkan...

Adalah hari itu, Selasa, 14 April 2009, Saya mendapat panggilan dari sebuah perusahaan produsen permen ternama untuk melanjutkan seleksi final setelah rangkaian psikotes, FGD, interview HRD, User dan tes kesehatan yaitu  penawaran gaji. Aku pun di sodorkan hitungan2 gaji yang secara akumulatif cukup besar untuk seorang fresh graduate, sekitar 3 juta rupiah. Berpura-pura tak memenuhi harapan, secara sopan aku menolak tawaran itu karena sebuah telepon dan harapan akan mimpi.

Ya.. telepon  dan mimpi, tepat dalam perjalananku ke cibinong (tempat prosuden permen), aku ditelepon oleh  sebuah perusahaan eksportir seafood terbesar di Indonesia untuk mengikuti seleksi di management Trainee di Jawa Timur. Ga salah di Jawa Timur..? ya, awalany saya ragu untuk pergi ke sana karena sedang bokek, tapi apalah jua.. hatiku mengatakan inilah jalan menuju mimpiku, bukan mimpi untuk bekerja di perusahaan itu atau gaji yang besar, akan tetapi mimpi yang jauh lebih besar.

Aku tak ingin menjadi pekerja yang pragmatis yang hanya mencari pekerjaan atas dasar gaji . Pekerja pragmatis kelak hanyalah menjadi kutu loncat yang berpindah satu perusahaan ke perusahaan lain sehingga menghambat pengembangan karir. Memilih perusahaan bekerja bukanlah semata perkara kesejahteraan tapi juga  idealisme, harapan, kenyamanan, dan kesesuaian dengan mimpi kita. Itulah yang aku kejar, mungkin menjadi lebih lama atau menyakitkan... tapi begitulah proses mengejar mimpi.. tak ada yang mudah. Kesulitan, rasa malu, lelah dan perjuangan itulah yang mendewasakan kita untuk memilih tujuan jangka panjang kita alih-alih tujuan jangka pendek untuk menyambung hidup dan memamerkan posisi kita pada orang lain.

Inilah perjuangan menggapai mimpiku.. bagaimana dengan mimpi Anda..

Kepemimpinan Perempuan

Untuk kesekian kalinya sepertinya kani akan membuat tulisan yang agak sedikit kontroversial, tapi rasanya ingin sekali dituliskan, mudah2an ada masukan atau kritik karena pendapat ini juga masih debatable dan aku openmind untuk menerima sanggahan.

Terinspirasi karena kasus kemaren ketika kebetulan saya diundang sebagai pembicara pada acara temu etos nasional 11 universitas di Lembaga Pengembangan Insani Parung, kebetulan saya di panelkan oleh seorang presiden mahasiswa ITB yang ternyata wanita (kampus pria yang dipimpin oleh wanita) -> kebalikan sama IPB :). Dari awal sampai akhir semua berlangsung lancar sampai tiba pada termin pertanyaan terakhir, seorang mahasiswa beralmamater biru berlogo penggebuk kasur (baca : IPB) berdiri dan berbicara :

"Mbak, bagaimana Anda bisa menjadi seorang Presma padahal pemimpin wanita dilarang oleh agama"

Deg.. saya langsung merasa suasana jadi ga enak, ga kebayang seorang wanita yang sudah jauh2 dari Bandung bersedia datang namun kemudian harus menerima pertanyaan yang agak "gender" seperti ini dihadapan umum.., dari caranya menyampaikan aspirasi pun saya sudah memberi nilai minus pada adik kelasku ini, mbok ya bisa disampaikan secara pribadi... tapi ya sudahlah mungkin dia begitu penasarannya hingga menanyakan pada kondisi seperti ini.

Jujur, saya berpendapat bahwa pertanyaan seputar agama seperti ini mungkin bukan sesuatu yang telah ia persiapkan sebelumnya sehingga menjadi agak canggung dalam menjawabnya. Akhirnya walaupun pertanyaan tadi tidak disampaikan untukku namun aku meminta izin untuk menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaannya..

"Izinkan saya untuk sedikit menanggapi pertanyaan tentang kepemimpinan wanita tadi, sebelumnya saya sampaikan bahwa ucapan saya ini masih debatable jadi silakan saja bila ada yang ingin menyanggah.

Adek-adekku sekalian, terus terang saya adalah orang yang terus mendorong lahirnya kepemimpinan wanita. Ketika saya memimpin himpunan, lebih dari setengah kordinator dan ketua penitia adalah wanita. Dan saya sangat menyayangkan sikap akhwat IPB yang lebih sering menolak posisi pemimpin dengan alasan klasik.. yang cowok dulu aja..
Memang saya tahu ada hadits yang menyatakan bahwa apabila suatu negara dipimpin wanita maka dia akan hancur, tapi bukankah di Alquran (silakan cek sendiri) Allah menceritakan tentang terdapatnya sebuah negeri pada zaman nabi Sulaiman yang sangat makmur dan sejahtera yang dipimpin oleh seorang wanita, Ratu Balqis, artinya ada suatu makna kontekstual yang terdapat pada hadits itu yang tidak bisa kita artikan secara textual semata (harfiah). Bukankan fatwa Imam Yusuf Qardhawi menyatakan bahwa wanita boleh memimpin selama bukan memimpin sebuah khilafah islamiyah negara muslim sedunia (silakan di cek lagi kalo tidak percaya).
Tentu saya juga setuju bila disebutkan bahwa tugas utama wanita adalah menyiapkan generasi islam ke depan lebih baik, tapi bukan berarti kita harus melarang wanita menjadi pemimpin.. ga usah lah kita menghalangi mereka untuk maju, mereka punya kemampuan luar biasa sebagai pemimpin, terimakasih"
(yang kemudian diiringi tepuk tangan dari kaum akhwat etos)

Saya tidak akan bersikap setengah-setengah atau banci, saya menarik garis tegas dengan menyatakan bahwa saya tidak setuju dengan pernyataan ini:
"Selama masih ada laki-laki yang mampu, sebaiknya kaum pria dulu yang jadi pemimpin"
statement ini terlalu tendensius meletakkan posisi pria seolah selalu lebih baik dari wanita
Saya lebih setuju pernyataan berikut :
"Siapapun yang terbaik, apakah dia pria atau wanita maka dia berhak untuk maju"

Mungkin potongan pidato Obama di Egypt sangat baik untuk mewakili maksud saya ini :

"Bahwa isu persamaan hak wanita adalah hal penting yang harus kita sadari, di beberapa negara umumnya wanita tidak mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal kepemimpinan, pendidikan dan kesempatan kerja. Bukan berarti saya memandang sebelah mata kepada wanita yang memilih mengabdi di rumah dan mengurus anak-anaknya, saya sangat mendukung profesi ibu rumah tangga dan itu membanggakan, TAPI SELAMA ITU MEREKA YANG MENGINGINKAN DAN MEMUTUSKAN SENDIRI bukan karena sistem yang mengekang mereka."

Saya sangat paham bahwa beberapa orang mengatakan ini adalah pembangkangan terhadap nilai-nilai islam, tapi saya setuju dengan Hanna bahwa islam ada sebuah "way of life" bukan kekangan untuk meraih kesempatan yang sama termasuk dalam hal kepemimpinan.

Saya mohon maaf atas nuansa provokatif dan kontroversial dalam blog ini, dan saya tegaskan tulisan ini masuk salah satu tulisan saya dengan grade mutu buruk dari segi analisa karena tidak didahului dengan penelaahan baik secara qauliah maupun kauniah. Oleh karena itu saran kritik sangat diharapkan untuk saling berbagi ilmu.

Murtadlah kau dari Kuliah

Sudah bebrapa hari ini perasaan dalam hati berkecamuk, usaha mengembangkan bisnis rosela terus kembang kempis seiring rongrongan perasaan yang masih bimbang.
Sesaat seakan ada yang membisiki..

"Kani.. kamu tinggal selesein penelitian kamu, lulus dan cari kerja.. kamu tu gampang kali kalo mau kerja, IPK di atas 3.5 , sering ikut training, prestasi lumayan.. tinggal apply..."..
Namun tak lama tiba-tiba berganti..
"Kani.. kamu lupa ada 10 juta saudara kamu menganggur di luar sana?apa kamu tidak merasa bersalah?kamu mau kelebihan yang Allah berikan padamu akan kau abdikan untuk perusahaan-perusahaan asing yang justru membunuh saudaramu?"

Pusiiinng.. rasanya pikiran ini, berkecamuk..
Melihat lab yang telah sepi dari rekan-rekan yang telah selesai penelitian membuat perasaan ini semakin terdorong untuk cepat selesai dan mencari kerja..
Namun ketika berada di dekat seorang Elang Gumilang (wirausaha muda) mengatakan umat dan bangsa ini membutuhkan kita untuk berwirausaha rasanya semangat jihad itu berkobar dalam hati ini..

Seringkali saya merasa malu dilihat oleh ade kelas, membawa-bawa jirigen minyak berisi minuman rosela di tangan kiri dan bongkahan es batu di tangan kanan hanya untuk mempersiapkan stan kecil di pojok kantin fakultas. Tidak jarang pula saya mendatangi satu persatu toko di Bara dan Bateng (kawasan ramai di sekitar IPB) sekedar untuk bertanya "Pak, parkiran tokonya boleh saya sewa untuk menjual minuman" yang seringkali diakhiri dengan penolakan-penolakan halus.

Kadang saya merasa saya lebih layak dari cara kehidupan sekarang ini..

tapi syukurlah Allah membukakan mata hati ku,
Adalah kemarin, Senin 20 Juni 2008, Elang mengajakku bertemu dengan Bob Sadino (salah satu pengusaha besar Indonesia), yang kerap terkenal dengan anjurannya untuk "Keluar saja dari Kuliah".. baru hari itu setelah saya berdiskusi langsung dengan beliau saya baru mengetahui arti yang sesungguhnya dari ucapan beliau, bukan untuk benar-benar keluar kuliah tapi ada makna dalam yang kutangkap di dalamnya...

Terkadang dengan status kita sebagai sarjana kita merasa angkuh dan sombong. Kita enggan melakukan sesuatu yang kita anggap memalukan padahal justru tahap itu adalah tahap "berdarah-darah" (meminjam istilah om Bob) yang dapat menghantarkan kita menjadi lebih terampil. Mengapa kita merasa malu melakukan pekerjaan-perkerjaan yang terkesan kasar dan hina?, bukankah Bob sadino sebelum memiliki areal rumah 2 hektar, dengan pacuan kuda di pelatarannya, dahulu adalah penjaja telur dari rumah ke rumah?. Bukankah Elang Gumilang (mahasiswa dengan omset usaha lebih dari 30 Milyar) dulunya adalah seorang penjual minyak curah dari warung ke warung?, lantas jika aku ingin menjadi kaya (dan artinya bisa membantu finansial umat dengan lebih baik dan lebih banyak) apakah masih punya alasanku untuk merasa malu??...

Banyak dari kita bukanlah anak orang2 kaya seperti Bakrie, Ciputra dan lainnya yang mungkin bisa langsung membangun usaha besar dengan modal orang tuanya. Dan saya adalah seorang dari orang kebanyakan itu, artinya perjuangan adalah sebuah keniscayaan. Dan inilah Fase Berdarah-darah itu..20-40 tahun lamanya (versi Om Bob). Banyak orang yang mayoritas adalah sarjana yang ingin melompati fase ini, banyak dari kita yang ingin sukses secara instant dengan melewati fase berdarah-darah itu dan langsung loncat ke fase ketiga (trampil). Mereka yang melalui cara instant ini biasanya tidak lama berada di tahap ini, andaipun bisa tahan lama maka mereka hanya akan menjadi orang-orang biasa saja.

Setelah kita memahami konsep kuadran om bob ini maka tujuannya adalah satu, yaitu menghadirkan nilai "ikhlas" dalam hati kita dalam berusaha. Ikhlas artinya kita melakukan kerja karena memang kita menginginkannya dengan tulus. "Kerja keras salah, yang benar adalah kerja ikhlas", tutur beliau, karena hal itulah yang membuat kita bersemangat.

Semangatku juga ikut terpompa ketika tadi sempat membaca blog Mas Roni (tangan di atas) tentang kisah ikan yang berenang. berikut petikannya :

"Saya ingat sewaktu mengamati ikan-ikan itu, mereka bergerak seringkali melawan arus sungai, dan terkadang mereka mempertahankan gerakannya di posisi yang ia kehendaki untuk berhenti. Jarang saya lihat ikan-ikan itu bergerak mengikuti arus. Hanya ikan yang mati saja yang terseret arus entah kemana membawa bangkai mereka. Bahkan ikan-ikan itu terkadang bergerak bersama melawan arus untuk bertelur di suatu tempat atau mungkin mereka akan "memadu kasih"

Mengingat hal itu saya mencoba memetik pelajaran, bahwa ternyata untuk mempertahankan hidupnya, untuk mengembangkan keturunan dan mencari makanan, ikan-ikan itu berusaha untuk terus bergerak dalam menghadapi tantangan arus dan derasnya air yang mengalir. Dengan bergerak, dengan menghadapi tantangan mereka bisa survive di ekosistemnya."

Setelah membaca blog ini saya semakin yakin bahwa saya akan hidup untuk melawan arus.. tak peduli berapa banyak orang bertanya "kani...udah kerja apa belum?", aku akan berusaha tegar.., aku ingin seperti ikan yang kuat untuk berenang melawan arus untuk mutlak mencari pekerjaan selepas sarjana, aku tak ingin menjadi ikan tak bernyawa sebagai mana kehilangan jiwa untuk mengabdikan talenta diri selamanya pada perusahaan yang hanya membuat tatanan dunia ini makin timpang dan hancur. Aku ingin wajah ini tetap tegak tanpa mendongkak, aku tak ingin cepat berputus asa.. karena aku yakin , Demi Bangsa ini dan Umat ini, sebagaimana yang disampaikan Ust. Hidayat Nur Wahid, Harapan itu Masih Ada...

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bismillahirrahmanirrahim, akan kuangkat jerigen besar itu kembali, namun kali ini terasa lebih ringan dengan wajah penuh senyum dan ikhlass..:)

Pertama Aku Menangis di Kampus

Pagi ini, ketika ku duduk mengantri di Bank BNI ntuk mengambil kartu ATM ku yang baru, entah mengapa mendadak pikiranku terbawa pada suatu kenangan sedih di awal-awal masa ku kuliah, sebuah kenangan yang mungkin akan sulit terlupakan hingga kapan pun juga, tangisan ku yang pertama di kampus tercinta..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari itu adalah masa pengurusan KRS untuk kenaikan tingkat dari TPB ke tingkat dua, awalnya semua tak bermasalah, uang sudah di autodebet dan siap mengmbil KRS untuk di isi. Sesampainya di depan loket aku menyerahkan KTMku..
"Muhammad Taufiqullah ya, hmm de.. kamu belum boleh mengambil KRS, di catatan kami kamu belum bayar uang pendaftaran IPB, dua juta rupiah"
Jantung ku berdegup kencang, teringat memang uang itu belum kubayar, sebenarnya sudah kusampaikan ke orang tua namun ibu kala itu terasa berat untuk membayar setelah ayah pensiun 4 tahun lalu, praktis tidak ada pemasukan berarti bagi kehidupan rumah tangga, apalagi saya lima bersaudara. Tak rela rasanya harus memaksa orang tua untuk membayarkan uang itu
"Pak saya boleh minta keringanan biaya tidak pak?", pinta ku pada petugas,
"Duh coba ade ke dalam saja, saya tidak tahu menahu tentang itu"

SIngkat cerita saya coba masuk ke ruang AJMP rektorat dan bertemu dengan salah satu petugas yang katanya memang berwenang melakukan hal itu.
"Wah de, kalo masalah penundaan SPP saya bisa urus, tapi kalo masalah uang pendaftaran ga bisa, coba kamu ke direktorat TPB di LSI"
dalam hati ini sudah ada sedikit rasa lelah karena merasa di ping pong, tapi rasa lelah itu seketika sirna ketika terbayang ekspresi wajah ayah dan ibu ketika saya meminta uang, rasanya tidak tega, dan berangkatlah saya ke direktorat TPB.

Setelah lama menunggu, akhirnya saya di panggil dengan salah satu pejabat tinggi TPB yang bernama Bpk. E (nama yang entah kenapa sulit untuk dilupakan), dan saat inilah masa yang tak terlupakan itu.
"Ada urusan apa de?"
"Maaf sebelumnya mengganggu pak, ini pak saya mau minta dispensasi untuk pembayaran uang pendaftaran, keluarga saya memiliki kesulitan ekonomi sehingga belum dapat membayar"
"UANG PENDAFTARAN?" nada bapak itu pun meninggi, "UANG PENDAFTARAN APA?KAMU BELUM BAYAR JUGA"
"Iya pak mohon maaf saya belum bayar. mohon keringanannya pak.." saat itu nyaliku sudah mulai ciut mendengar nadanya yang meninggi
"EH DENGERIN YA, MAHASISWA KAYA KAMU NI YANG SUKA BIKIN SAYA KESEL, TAU GA KAMU, KENAPA KAMU GA BILANG DARI DULU KALO KAMU GA MAMPU BAYAR?"
suaranya pun meninggi, "KAMI SUDAH MEMANGGIL ORANG-ORANG SPERTI KAMU YANG BELUM BAYAR UANG PENDAFTARAN, TAPI KENAPA KAMU BARU DATANG SEKARANG"
"Maaf pak, seingat saya, saya tidak pernah merasa dipanggil oleh direktorat TPB terkait hal ini atau hal lainnya", ucapku lemah, karena sekuat apapun aku berpikir, aku tak pernah ingat bahwa aku pernah dipanggil dir. TPB
"KAMU AJA KALI YANG GA TANYA TEMAN-TEMANMU, KAMI PERNAH MEMANGGIL ASAL KAMU TAHU"
tanya-tanya teman?, gumamku dalam hati, rasanya kecil kemungkinan saya tiba2 datang ke teman tiap hari dan bertanya ,eh kamu dipanggril sama Mr E ga gr2 blum bayar pendafataran?
"Maaf pak, memang saya belum pernah dipanggil dan tidak tahu",
"HAH..BANYAK ALASAN KAMU, DENGAR YA, SAAT INI SAYA TIDAK BISA BANTU KAMU APA-APA LAGI, ORANG KAYAK KAMU CUMA BISA NGEREPOTIN DOANG, COBA KAMU KE DIREKTORAT ..."
sudah tak jelas lagi aku mendengar ucapan angkuh beliau, tak ingin lagi aku di pingpong untuk sekedar digilir amarah. rasanya hati ini sudah begitu sakit mendengar kata-kata satu orang saja...
"Oh iya pak, maaf pak"
"YA SUDAH YA, SAYA MASIH BANYAK URUSAN"
"baik pak saya pergi dulu, terimakasih, assalamualaikum"

langkah pertamaku keluar dari pintu ruang TPB tiba2 air mata mengalir pelan dari pelupuk mataku, Ya Allah tak pernah aku merasa seterhina ini di depan orang, memang aku mengaku salah jika aku tak menyampaikan masalah ini dari awal tapi apakah layak bagi seorang dosen, salah satu pimpinan bagian memarahi seorang mahasiswa sebegitunya hanya karena ia meminta keringanan biaya?. Saya tidak terbayang hal apa yang harus dialami oleh rekan2 saya yang mungkin jauh lebih tidak mampu dibanding saya.
Semakin ku merenung, semakin deras air mata itu mengalir...
dalam hatiku kukatakan, "Hai kani, kamu kan cowok, dah mahasiswa lagi kok cengeng banget sii...", tapi timbul tenggelam yang paling membuatku takut adalah wajah memelas ibu ketika aku harus meminta uang lagi pada beliau, sakit rasanya mengingatnya.. dan kini bercampur dengan ingatan amarah itu.. sakiiittt...

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Enam Tujuh RKJ Dua", dan kemudian suara panggilan nomor antrian BNI ku pun mengembalikanku ke alam masa kini. Aku bersyukur kini bisa membayar SPP dan kehidupan sehari-hari dengan keringat sendiri tanpa kiriman orang tua lagi. Aku berdiri dan melangkah seraya berazzam, kelak suatu hari nanti, pasti, aku akan berkontribusi untuk memastikan tak perlu ada mahasiswa yang diperlakukan sepertiku lagi, Izinkan aku Ya Allah...

Sumpah Seorang Pemuda

"Hiduplah Indonesia Raya"....

masih teringat betapa ku selalu merinding ketika dulu selama mengikuti PPSDMS (program beasiswa) menyanyikan lagu kebangsaan ini, kemudian diikuti bait-bait idealisme kami



"Betapa Kami Ingin Bangsa Ini mengetahui

Bahwa Mereka Lebih Kami Cintai

daripada diri kami sendiri

......

Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia

Tidak menharapkan harta benda atau imbalan lainnya,

Tidak juga popularitas

Apalagi sekedar ucapan terimakasih

.....*

"



Kini sudah 2-3 tahun lama nya semenjak terakhir kali kami digembleng bersama..

juga sudah lewat 2-3 tahun pula semenjak Mrs. dan Mr. Hara (almarhum, founder Goodwill Indonesia, http://www.yayasan.info/)

menggetarkan perasaan para anak-anak harapannya dengan nyanyian "Goodwillers" menyampaikan

harapan akan future leaders bagi bangsa ini, dan aku termasuk salah satu yang terpatung menerima pesannya.



Tapi Ya Allah, hingga hari ini, hari dimana bangsa ini mengenang perjuangan para pemudanya, seorang kani masih hanya seseorang yang "tidak signifikan" bagi bangsa ini. Yang bahkan seharusnya malu berbicara tentang bangsa ketika mengatur diri dan meraih cita-citanya sendiri pun tak kuasa.



Oh Tuhan, betapa berat dada ini mengemban harapan-harapan mereka yang telah menginvestasikan zakat, harta dan asanya pada hambamu ini namun tetap tak dapat menghasilkan apa-apa.



Sedih dan merasa tak berguna...

...

...



Namun ku yakin ini bukan akhir segalanya.

Kuingin wajah ini tetap bisa menatap ke depan dengan penuh cinta dan keyakinan,



"Esok Diriku kan lebih baik, demi bangsa ini, Aku Bersumpah!!"



Kawanku, Selamat Hari Sumpah Pemuda... Mari kita wariskan semangat mereka...



"

*

YANG KAMI HARAPKAN ADALAH

TERBENTUKNYA INDONESIA BARU YANG LEBIH BAIK DAN BERMARTABAT

SERTA KEBAIKAN DARI ALLAH SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA"



(Versi lengkap http://ppsdms.org/tentang-kami/idealisme-kami)

Sunday, September 19, 2010

CInta Bebek

Pada suatu malam sepasang Suami - Istri terbangun dari lelapnya karena mendengar suara "Wekk..wekk..wekkk.."...

Sang istri pun mengeluh.. "duhh.. berisik banget sih suara ayam tuh..",

Suaminya pun tersenyum sambil menjawab "sayangku, Itu suara bebek, bukan ayam"



"Bukaaan itu suara ayam..", istrinya pun tetap bersikukuh

"Tidak mungkin.. yang namanya ayam itu suaranya Kukuruyuukk.. kalo wekk wekk itu suara bebek"



"Wekk..Wekk", suara itu pun terdengar lagi.



"Benarkan istriku.. itu suara bebek.."

"Bukan, itu Ayam suamiku.."



"Itu Bebek... B-E-B-E-K... titik", gertak sang suami dengan nada kesal.

"Ayaamm..."...



Suara dari luar itu pun terdengar lagi... "Wekk..Wekk..wekk"

Sang suami pun sudah siap untuk berbicara lebih keras lagi namun kemudian terhenti...



"tapi ituu ayamm..." dengan raut wajah istrinya yang mulai menitikkan air mata..



Melihat air mata di pelupuk istrinya, sang suami pun seolah bercermin yang kemudian membawanya ke masa lalu di saat ia mempertimbangkan alasan untuk menikahi istrinya itu..



"Sayang, maafkan aku.. kurasa kau benar itu adalah ayam...", seraya menggengam hangat tangan istrinya.

"Terimakasih sayangku..",sambil meminjam dahu suaminya untuk bersandar..



"Wek..wekk.." dan suara itu pun terdengar lagi mengiringi pelukan hangat cinta antara mereka.



=================================================



Dy, terkadang kita terlampau fokus pada hal-hal yang tidak lebih penting dari kekasih kita yang kadang menyebabkan perselisihan. Akibat itu banyak kemudian yang lupa bahwa mereka memiliki hal besar untuk dijaga dan untuk menjaga itu butuh pengorbanan-pengorbanan kecil yang sebenarnya layak untuk kita lakukan (seperti mengakui bebek sebagai ayam).



Dalam banyak hal bahkan kadang kita bersikukuh sesuatu yang padahal mungkin kita belum tentu benar. Bisa saja ternyata itu adalah suara ayam yang sudah direkayasa genetika sehingga memiliki suara seperti bebek, atau kemungkinan-kemungkinan lain yang muncul.



Hidup kita lebih indah jika kita bisa saling menjaga perasaan pasangan kita, syukurilah bahwa Allah sudah menganugerahkan mereka yang patut kita ayomi dan kasihi. karena dari mereka lah kita dapat belajar dan makin dewasa.



- Ajan Brahm dengan beberapa adopsi kata dariku -

Wednesday, December 02, 2009

Buang Sampah

"It's not just the matter of culture but also the matter how we can make the culture"

Pagi2 udah baca kaskus ternyata ada hotrit tentang budaya orang jepang buang sampah. Karena budaya itu akhirnya Jepang dapat menjadi negara paling bersih sedunia. padahal kalo ada yang pernah ke Jepang pasti tau banget betapa repotnya masalah sampah DI jepang. Misalnya aja kalo kita minum minuman dalam botol PET kayak Nu Green Tea atau sosro, nah itu kita harus copot labelnya, tutup nya dan terakhir botolnya itu sendiri. Masing-masing bagian itu harus dibuang ke tempat sampah yang berbeda. Dan tau ga di Jepang itu kalo namanya tempat sampah pasti ada ENAM wadah yang berbeda jadi ya emang kita kudu misahin sampah2 kita.

Tentu pastinya ada juga sebagian kecil masyarakatnya yang "nyeleneh" dan tidak mengikuti anjuran tersebut dengan mencampur berbagai macam sampah dalam satu tempat. Akan tetapi merekeapun melakukan itu dengan diam2 karena bagi mereka itu adalah hal yang memalukan. Malu adalah kata kunci dalam kesuksesan jepang menerapkan budaya baik ini.

Well tentunya butuh waktu lama buat mereka tuk membentuk budaya "merepotkan tapi bermanfaat" tersebut. Bayangkan bahwa betapa sulit untuk menancapkan keyakinan bahwa kebiasaan yang takes time ini kelak bermanfaat bagi semuanya. Aku membayangkan apakah hal ini dapat diterapkan di Indonesia, dan sejenak aku teringat dengan masa2 SMU ku dulu di Insan Cendekia, lalu aku bergumam Indonesia juga pasti bisa.

Waktu SMA dulu yang paling aku ingat dan menjadi budaya ku sampai terbawa kuliah adalah masalah mencontek. Betaa dulu ketika MOS (masa Orientasi Sekolah) kita dicecoki sedemikian rupa bahwa mencontek ketika ujian adalah hal yang hina. Selain itu memang ada hukuman nyata baik secara fisik dan psikis bagi siapapun yang ketauan mencontek. Alhasil itulah yang sellau kuingat dan membuatku segan mencontek ketika ujian hingga saat ini.

Hal itulah yang membuatku yakin bahwa kebiasaan buang sampah pun dapat kita bentuk. Jika kita memiliki kemauan untuk membuat sistem yang tepat serta dibantu oleh propaganda secara psikologis bahwa buang sampah sembarangan itu adalah hal yang memalukan maka saya yakin kita pasti bisa. Karena harus diingat bahwa hukuman sosial lebih ampuh dari hukum apapun. Ini adalah masalah kemauan dan waktu.

Saya mau, apakah ANda mau?

Thursday, October 08, 2009

Bagi Anda yang berpikir menguatnya rupiah itu bagus

"Cetuung"... suara blackberry itu mengagetkanku di malam buta, kulihat sejenak ternyata email dari salah satu buyer Russia. Dan dengan mengernyitkan dahi kubaca,
"Kani, you price is too high, it's not workable for me, please make it lower".
Fiuhhh...

.: Pagi harinya :.

Kuambil bagian pembahasan ekonomi lebih awal dari bagian headline pada Koran Kompas langgananku. Ku duduk dengan menebak-nebak dalam hati... "berapa ya kira-kira harga dollar saat ini". Dan ternyata kini kian menguat Rp. 9300/$, nilai terkuat dalam beberapa bulan terakhir ini. Dan aku cuma bisa bergumam, "well it's disaster"

Dear Blog, dulu waktu lagi senang-senang nya beli komponen komputer, menguatnya rupiah adalah kegembiraan. Bagaimana tidak, harga2 pasti jadi lebih murah di glodok dan sekitarnya. Makanya aku pikir dulu kejadian ini (penguatan rupiah, red) adalah pertanda ekonomi Indonesia akan membaik. Lihat saja dari redaksi katanya saja sudah "menguat".

Ternyata pikiranku salah. Saya berani bertaruh, bukan saya sendiri yang berpikir begitu, pasti kamu juga kan pembaca (hayo ngaku!!). Well karena itulah aku membuat tulisan ini.

The fact is, tren menguatnya rupiah ini adalah ancaman bagi perekonomian nasional. Soalnya bakal menekan nilai ekspor dan sebaliknya memperbesar impor. Lha kok bisa? soalnya secara tidak langsung, menguatnya rupiah ini akan membuat harga produk di pasar Indonesia di pasar Internasional akan menjadi mahal dan tidak kompetitif.

Gampangnya bisa dicontohkan kayak gini :
Semua cost perusahaan adalah rupiah based seperti harga raw material, gaji, proses dll. Misalnya total semua cost untuk memperhitungkan HPP adalah Rp 10.000/kg coba aja bandingkan :
kalo rupiah Rp. 10.000 maka harga produk di pasar international adalah US$ 1/kg
tapi kalo rupiahnya Rp 9.300 jadinya kan harganya US$ 1.08.kg
walaupun bedanya kayanya kecil (cuma 8 cent) tapi kan kalo ekspor ga kaya emak lo belanja ikan di pasar yang paling beli sekilo atau dua kilo, tapi sekali ekspor tu biasanya 22 ton!! yang artinya selisih itu setara 0.08x22.000x9300 alias seharga 1 motor jupiter mx (ups nyebut merek).

Kalo kondisi ini berlangsung lama maka akan dipastikan akan memperbesar defisit Balance of Payment (APBN) Indonesia yang berujung pada utang lagi utang lagi.

Utang menjadi masalah tersendiri. Semakin besar utang kita, apalagi kepada IMF, maka semakin besar pula bagian kedaulatan negeri ini yang digadaikan. Soalnya biasanya syarat utang disertain permintaan-permintaan politis untuk menghilangkan restriksi perusahaan asing tuk mengeksplitasi pasar Indonesia. Akhirnya yang paling menderita adalah industri dalam negeri akan terkena double effect dari kondisi ini.

Dalam hal fluktuasi Forex (foreign exchange) ini, mungkin pemerintah kita dapat belajar dari negeri Cina (sebagaimana hadist rosul). Salah satu faktor mengapa Barack Obama selalu marah2 ke cina, eh salah maksudnya harga-harga made in China murah2 di pasar International adalah karena..... China mempermainkan mata uang Yen nya. Sedemikian rupa pemerintah komunis itu membuat harga yen selalu rendah sehingga komoditas mereka bisa meraja lele eh lela (btw ternyata orang Eropa suka ikan lele juga lho:). Walaupun secara formal mereka tidak pernah mengakuinya. Memang juga sih terdapat faktor lain selain efisiensi, harga labour yang murah (sebenarnya mirip Indo), dan kualitas barang yang meragukan bahkan meracunkan (inget kasus Susu?).

Tapi terlepas dari itu, penulis hanya ingin memberi saran pada pemerintah, sudah saat nya kita mulai menjadikan ekspor sebagai prioritas. Karena China saja dengan kondisi demografi seperti kita dapat bengkit salah satunya ditopang dengan nilai ekspor mereka yang terkenal dengan "Made in China". Jadi kayaknya giliran kita dehh... :loveindonesia (eh bukan kaskus ya?? :)

disclaimer :
- oh ya daripada dosa, mau jujur aja kalo gw belum punya blackberry dan juga buyer Russia... cuma buat pemanis cerita aja

Monday, September 28, 2009

Apakah Anda Bahagia bila Rupiah menguat? Saya sih tidak...

Jika Anda Iya, maka wajib baca tulisan ku yang satu ini.

Back to the past, before Asia monetary crisis in 1998, our Rupiah value is settled around Rp 2,500 against US$ 1. But when the crisis come, with many mess and destruction within, everyone shocked with the weakening of Rupiah. It's value suddenly drop from 2,500 to reach it's highest value ever, Rp 16,000/US$ more then six times weaker from it's default states for many years under Soeharto regime.

Still flashing in my memory, every electronic, computer and another high tech shop are worried about their business due to higher price that lead to significant demand drop. Based on that experience we usually think that the when Rupiah weakened it's reflect our national economy in bad condition. If you think with the same way as I mentioned, just like the way I also thinking in the past, then you thought wrong.

Instead...More Lower our rupiah value, mean better for our national economic condition. How can? because it's mean our export capacity will be increased and decrease our import. This condition surely good for our national Balance of Payment and National Reserve (cadangan devisa).

How can lower value of Rupiah can drive our national export?
Now try to imagine, if one exporter company buying raw material in Indonesia, for example for seafood Industry buy Tilapia (nila) Fish from farmer with price Rp 10,000/kg , it's will be valued in dollar :

US$ 1 if our rupiah is undervalue (Rp 10,000/US$), or
US$ 1.05 if our rupiah in strong state as now (Rp 10,500/US$)

And so what with this different price?
Come on guys, it's mean our export product will be cheaper in international market and surely more competitive. This advantage will drive the quantity of product sold in International market when rupiah is undervalue. The opposite explanation can be applied when rupiah is strong.

This is one of the biggest general secret why China can sell with low price everywhere. Beside their low cost labor, their government also played their currency (Yuan/Renminbi) so that undervalued against US Dollar. Based on my explanation about seafood export you can imagine how much they can reduce the price with playing their currency. That's why Barrack Obama always shouted to China to stop playing their currency.... to be continued...

Thursday, February 12, 2009

Ada yang pernah nyobain Es Jus Daging (become Sarjana Teknologi Pangan part 3)

video



Baru datang ke rumah, eh langsung diminta ema tuk nemenin ke pasar, apes deh. Awalnya si ga mau tapi aku tau banget kalo saudara2 k yang lain pun pasti ga mau karena alesan males atau malu, secara emang aku ga punya saudara perempuan. Dengan setengah hati akhirnya aku tak menolak permintaan ema, padahal di luar masih sedikit gerimis setelah hujan lebat, dan kalo ujan dapat dipasttin sepulang nanti kakiku pasti berlumuran lumpur pasar. Tapi its oke lah..

Eh di pasar ada yang unik (atau mungkin ga unik kali ya, aku aj yg jarang ke pasar), jadi tu ceritanya abis ema beli daging sapi setengah kilo seharga 30.000, trus ema pergi ke tempat penggilingan daging di pasar soalnya tu daging mau di sulap jadi baso wat keluarga di rumah. Trus gw terkagum2 dan lansung ngambil video pake K630i tersayang, gw terkesan oleh dua hal di tempat penggilingan daging itu (liat dulu video di atas) :

1. Gilee.. ada juga penggilingan daging pake kuter (cutter) ya di pasar "becek" tradisional kaya gini...
2. Kok ngegilingnya pake cara ditambahin es pula, mau bikin es jus dagng apa ya.. canggih banget..

Untuk keanehan pertama aku ga mau comment, coz kesannya norak banget kaya baru sekali ke pasar becek,

Nah untuk keanehan kedua ini yang mau gw kupas abis, kenapa gw bilang "Canggih banget"?, karena ni olang djang ngegiling pasti pernah ikut kuliahnya Pak Joko (Dosen Teknologi Pengolahan daging gw di Teknologi Pangan IPB), soalnya dia tau tuh kalo yang namanya bikin sosis, nugget, baso dan rekan-rekan olahan daging wajibul kudu make es batu pada proses ngegiling daging. Kenapa begini kenapa begitu?

Dari jaman SMA pasti dah tau kan kalo protein penyusun daging tuh namanya Myofibril, nah ni protein dalam lingkup pengolahan daging (sebagaimana juga protein lain) berfungsi sekaligus sebagai emulsifier.

Apa itu emulsifier ? (duh ya ga tau pasti kimia SMA nya payah ya)

Begini lho.. emulsifier itu yang bisa menyatukan antara minyak dan air, nah di daging juga kan ada lemaknya.. tentu juga ada airnya, nah kalo ni ni protein ga ada maka di jamin tu lemak ga bakal nyatu sama emulsi daging, alhasil pada emulsi daging yang dihasilkan nanti akan terlihat globula-globula lemak berwarna putih di permukaannya (pernah liat daging cincang kan?). Tentu hal tersebut tidak diinginkan oleh para food technologist di bidang pengolahan daging, oz konsumen juga ga suka.

Nah trus apa hubungannya sama Es batu yang dimasukkin?

Begini lho, selama proses penggilingan, gesekan antara daging dan pisau kuter yang sangat cepat akan menghasilkan panas. Nah panas ini yang dapat membuat protein daging terdenaturasi, alhasil fungsi emulsifiernya pun terancam hilang dan emulsi yang terbentuk tidak sempurna. Selama proses penggilingan, suhu emulsi tidak boleh lebih dari 11 derjat celcius, malah kondisi idealnya 4 derajat, makanya penambahan es batu menjadi sangat penting. Begitu Loch..!

Nah pinter kan tukang daging giling di pasar itu....

Wednesday, February 11, 2009

Katalog Pengantin Pria PPSDMS


Semuanya berawal dari sharing bersama tentang masa depan masing2 alumni PPSDMS regional 5 bogor dan peran strategis apa yg akan diambil ke depan. Di tengah tiupan angin pantai anyer pembicaraan terus pun mengalir hingga entah mengapa pertanyaan nikah kapan pun menjadi pertanyaan wajib. Masing2 pun membuka kartu, ada yang bilang 5 tahun lagi kaya gema,eka,galih, ada yang spesifik tahun kaya bowo yang bilang 2011 dan macam2 jawaban lainnya. Kemudian tiba2 muncul ide untuk membuat buku otobiografi kisah2 kehidupan alumni di kampus agar bisa share ke mahasiswa baru. kemudian ada yang nyeletuk 'iya tuh buku sekalian jadi katalog nikah, jadi yg mau anak PPSDMS tinggal liat ni buku dan bisa tau profil tiap orang dan kapan mau menikahnya. Ada ada aja